VIDEO

Loading...

Jumat, 05 Juni 2009

Sikap

a. Pengertian Sikap

Dalam penelitian ini, ada beberapa definisi yang digunakan peneliti untuk memformulasikan pengertian sikap dari beberapa teori dan pendapat dari para penulis buku maupun para ahli. Pengertian dari sikap tersebut terungkap seperti berikut ini.

define an attitude as the degree of positive or negative affect associated with some psychological object. By a psychological object, Thurstone means any symbol, phrase, slogan, person, institution, ideal, or idea toward which people can differ with respect to positive or negative effect (Thurstone dalam Edwards, 1957:2).

Artinya sikap adalah derajat tingkat tentang effek positif atau negatif yang berhubungan dengan beberapa obyek psikologis". Obyek psikologis menurut Thurstone seperti simbol, ungkapan, semboyan, orang, institusi, cita-cita, atau gagasan terhadap orang yang berbeda berkenaan dengan pengaruh hal positif atau negatif.

Menurut Eloy Zalukhu (2008) sikap adalah apa yang terjadi dalam diri seseorang, pikiran - pikiran dan perasaan - perasaan; tentang diri sendiri, orang lain, keadaan dan kehidupan secara umum. Sikap merupakan suatu kencendrungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Sikap dapat dibentuk melalui cara mengamati dan menirukan sesuatu yang positif, kemudian melalui penguatan serta menerima informasi verbal.

Azwar (2000 : 6) mengatakan bahwa sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, obyek atau isue. Menurut Azwar contoh sikap peserta didik terhadap objek misalnya sikap terhadap sekolah atau terhadap mata pelajaran. Sikap peserta didik terhadap mata pelajaran harus lebih positif setelah peserta didik mengikuti pembelajaran dibanding sebelum mengikuti pembelajaran. Perubahan ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Untuk itu pendidik harus membuat rencana pembelajaran termasuk pengalaman belajar peserta didik yang membuat sikap peserta didik terhadap mata pelajaran menjadi lebih positif.

Menurut artikel yang ditulis dalam Wikipedia, the free encyclopedia diungkapkan “an attitude is a hypothetical construct that represents an individual's degree of like or dislike for an item. Attitudes are generally positive or negative views of a person, place, thing, or event this is often referred to as the attitude object”. Artinya sikap adalah suatu pengembangan hipotetis yang menggambarkan/menunjukkan derajat kesukaan atau tidak sukaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap secara umum merupakan pandangan positif atau negatif dari seseorang, tempat, hal, atau peristiwa yang sering dikenal sebagai obyek sikap. Diungkapkan juga bahwa, “Attitudes are judgments. … Most attitudes are the result of either direct experience or observational learning from the environment”. Artinya sikap adalah sebuah penilaian dan pada umumnya sikap adalah hasil pembelajaran dari pengalaman atau pengalaman langsung dari lingkungan.

Menurut Fishbein dan Ajzen (Djemari Mardapi, 2008:105) sikap adalah predisposisi yang dipelajari untuk merespon secara positif atau negatif terhadap suatu obyek, situasi, konsep, atau orang.

Dari semua pengertian yang di ungkapan di atas dapat diambil sebuah pengertian tentang sikap, yaitu sikap adalah penilaian seseorang terhadap suatu obyek, situasi, konsep, orang lain maupun dirinya sendiri akibat hasil dari proses belajar maupun pengalaman di lapangan yang menyatakan rasa suka (respon positif) dan rasa tidak suka (respon negatif). Sikap merupakan salah satu tipe karakteristik afektif yang sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam proses pembelajaran. Ranah ini penting untuk ditingkatkan (Popham, 1995:179-180) karena sikap siswa akan menentukan seberapa jauh siswa mau belajar tentang sesuatu misalkan belajar matematika.

b. Komponen Sikap

Struktur sikap terdiri atas 3 komponen yang saling menunjang yaitu (Azwar S., 2000 : 23-27):

1) Komponen kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap, komponen kognitif berisi kepercayaan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu dapat disamakan penanganan (opini) terutama apabila menyangkut masalah isu atau problem yang kontroversial.

2) Komponen afektif merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional.

Aspek emosional inilah yang biasanya berakar paling dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek yang paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin adalah mengubah sikap seseorang komponen afektif disamakan dengan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

3) Komponen konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Dan berisi tendensi atau kecenderungan untuk bertindak / bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu. Dan berkaitan dengan objek yang dihadapinya adalah logis untuk mengharapkan bahwa sikap seseorang adalah dicerminkan dalam bentuk tendensi perilaku.

b. Tingkatan Sikap

Menurut Azwar (2005) sikap terdiri dari berbagai tingkatan yakni:

1) Menerima (receiving)

Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).

2) Merespon (responding)

Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi sikap karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan. Lepas pekerjaan itu benar atau salah adalah berarti orang itu menerima ide tersebut.

3) Menghargai (valuing)

Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga, misalnya seorang mengajak ibu yang lain (tetangga, saudaranya, dsb) untuk menimbang anaknya ke posyandu atau mendiskusikan tentang gizi adalah suatu bukti bahwa si ibu telah mempunyai sikap positif terhadap gizi anak.

4) Bertanggung jawab (responsible)

Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi. Misalnya seorang ibu mau menjadi akseptor KB, meskipun mendapatkan tantangan dari mertua atau orang tuanya sendiri.

c. Cara Pengukuran Sikap

Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan menilai pernyataan sikap seseorang. Pernyataan sikap adalah rangkaian kalimat yang mengatakan sesuatu mengenai obyek sikap yang hendak diungkap. Pernyataan sikap mungkin berisi atau mengatakan hal-hal yang positif mengenai obyek sikap, yaitu kalimatnya bersifat mendukung atau memihak pada obyek sikap. Pernyataan ini disebut dengan pernyataan yang favourable. Sebaliknya pernyataan sikap mungkin pula berisi hal-hal negatif mengenai obyek sikap yang bersifat tidak mendukung maupun kontra terhadap obyek sikap. Pernyataan seperti ini disebut dengan pernyataan yang tidak favourabel. Suatu skala sikap sedapat mungkin diusahakan agar terdiri atas pernyataan favorable dan tidak favorable dalam jumlah yang seimbang. Dengan demikian pernyataan yang disajikan tidak semua positif dan tidak semua negatif yang seolah-olah isi skala memihak atau tidak mendukung sama sekali obyek sikap (Azwar, 2005:87-93).

d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap

Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap keluarga terhadap obyek sikap antara lain :

1. Pengalaman Pribadi

Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional.

2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting

Pada umumnya, individu cenderung untuk memiliki sikap yang konformis atau searah dengan sikap orang yang dianggap penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.

3. Pengaruh Kebudayaan

Tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota masyarakatnya, karena kebudayaanlah yang memberi corak pengalaman individu-individu masyarakat asuhannya.

4. Media Massa

Dalam pemberitaan surat kabar mauoun radio atau media komunikasi lainnya, berita yang seharusnya faktual disampaikan secara obyekstif cenderung dipengaruhi oleh sikap penulisnya, akibatnya berpengaruh terhadap sikap konsumennya.

5. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama

Konsep moral dan ajaran dari lembaga pendidikan dan lembaga agama sangat menentukan sistem kepercayaan tidaklah mengherankan jika kalau pada gilirannya konsep tersebut mempengaruhi sikap.

6. Faktor Emosional

Kadang kala, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. (Azwar, 2005:30-38).

2. Sikap Positip Siswa terhadap Matematika

Seperti telah diuraikan di atas, tujuan pendidikan matematika antara lain adalah penekanannya pada pembentukan sikap siswa. Sikap merupakan suatu kecenderungan seseorang untuk menerima atau menolak sesuatu, konsep, kumpulan ide, atau kelompok individu. Matematika dapat diartikan sebagai suatu konsep atau ide abstrak yang penalarannya dilakukan dengan cara deduktif aksiomatik. Hal ini dapat disikapi oleh siswa secara berbeda-beda, mungkin menerima dengan baik atau sebaliknya. Dengan demikian, sikap siswa terhadap matematika adalah kecenderungan untuk menerima atau menolak matematika.

Agar siswa dapat menerima pelajaran matematika atau memberikan respon positif setelah mengikuti pelajaran matematika perlu ditanamkan sikap positif siswa terhadap matematika. Dengan kata lain, dalam proses pembelajaran matematika perlu diperhatikan sikap positif siswa terhadap matematika. Artinya setelah siswa belajar matematika, sikap siswa lebih positif terhadap matematika (mempunyai respon positif atau lebih menyukai matematika. Sikap positif siswa terhadap pelajaran menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan dirinya untuk meningkatkan prestasi dalam belajar. Hal senada juga diungkapkan oleh Baso Intang Sappaile (2003) bahwa sikap siswa terhadap matematika berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Sikap positif tersebut seperti yang diungkapkan oleh Proctor (2001) berikut ini.

A positive mental attitude is the belief that one can increase achievement through optimistic thought processes. A positive attitude comes from observational learning in the environment and is partially achieved when a vision of good natured change in the mind is applied toward people, circumstances, events, or behaviors.

Artinya sikap mental positif adalah salah satu kepercayaan yang dapat meningkatkan prestasi melalui proses-proses pemikiran yang optimis. Sikap positif datang dari pengalaman pelajaran di dalam lingkungan dan secara parsial dicapai ketika suatu visi perubahan yang baik di dalam pikiran itu diterapkan terhadap orang-orang, keadaan, kejadian, atau perilaku-perilaku.

Dari hasil wawancara terhadap beberapa siswa didapatkan bahwa mereka menyenangi matematika hanya pada permulaan mereka berkenalan dengan matematika yang sederhana. Makin tinggi tingkatan sekolahnya dan makin sukar matematika yang dipelajarinya akan semakin berkurang minatnya. Siswa yang memiliki sikap positif terhadap matematika memiliki ciri antara lain terlihat sungguh-sungguh dalam belajar matematika, menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengerjakan tugas-tugas pekerjaan rumah dengan tuntas, dan selesai pada waktunya.

Dengan demikian, untuk menumbuhkan sikap positif terhadap matematika, perlu diperhatikan agar penyampaian matematika dapat menyenangkan, mudah dipahami, tidak menakutkan, dan tunjukkan bahwa matematika banyak kegunaannya. Oleh karena itu, materi harus dipilih dan disesuaikan dengan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual) dan tingkat kognitif siswa, dimulai dengan cara-cara informal melalui pemodelan sebelum dengan cara formal. Dari pengalaman ini diharapkan siswa mempunyai pengalaman yang baik terhadap pelajaran matematika sehingga mengalami perubahan berpikir tentang matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan.

12 komentar:

itha firma mengatakan...

Sikap
Stiap orang memiliki sikap masing-masing.dan terdapat beberapa pendapat masing-masing.Saya setuju jika dalam pembelajaran khususnya pada pendidikan matematika diperlukan pengajaran yang mudah dimengerti dan dipahami, karena menurut pandangan saya banyak peserta didik yang kurang faham dan mengerti apa yang disampaikan oleh penhajar.

cewek alim mengatakan...

Stiap orang memiliki sikap yang berbeda-beda, ada orang yang berpikir optimis dan ada yang tidak optimis sebaiknya kita memilih sikap yang optimis karena akan memberikan hasil yang positif bagi kita dan berpikir optimis mendorong kita untuk berusaha dan yakin bahwa akan berhasil apa yang kita tuju.Misal kita tidak bisa dengan matematika namun dengan befikir optimis kalau kita pasti bisa tentunya dengan usaha maksimal.

erLinda mengatakan...

menurut saya menanamkan sikap positif terhadap matematika memanglah sangat penting, karena akan memudahkan kita memahami pelajaran tersebut

jonathan sembiring mengatakan...

pak
Mantab sekali materinya
saya mulai mengerti tentang sikap dan hal yang mempengaruhi perkembangan sikap anak.
terima kasih utuk materinya

jonathan sembiring mengatakan...

Pak
materinya benar-benar membangun
Saya senang bisa membacanya.
Terima kasih untuk materinya

Fandi exsac mengatakan...

menurut saya, sikap dibutuhkan seseorang untuk membentuk kepribadian/ penilaian orang lain terhadap kita.

tugas blogger mengatakan...

artikel di atas sangat menarik.... komentar saya, sikap mempengaruhi tentang cara seseorang dalam berpikir. Jadi sikap menentukan cara hidup seseorang.^_^

blog indonesia mengatakan...

artikel tersebut menarik,komentar saya:
sikap merupakan pencerminan diri seseorang secara psykologi baik itu positif maupun negatif.

yusti_bloG mengatakan...

Sikap sangat mempengaruhi perkembangan peserta didik,sebagai calon seorang guru kita harus membisakan peserta didik untuk bersikap positif untuk melatih perkembangan peserta didik supaya dalam proses pembelajaran menjadi lebih baik.karena mempengaruhi proses kognitif.
Sikap menghargai juga penting apalagi jika seorang murid tidak mengetahi apa yang sedang dipelajari seorang guru harus menjelaskan lebih ditail.Sikap positif dan negatif sangat mempengaruhi, karena jika peserfta didik bersikap negatif proses pembelajaran tidak akan terlaksana.

sidrotul mengatakan...

Sikap menunjukkan kepribadian diri seseorang dan sikap juga menunjukkan kesukaan /ketidaksukaan kepada orang lain.
Sikap atau tingkah laku itu sangat penting bagi kita semua karena merupakan ciri khas kita.

nulul mengatakan...

sikap seseorang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari individu. sikap individu juga dapat dilihat dari cara dia berbicara. penilaian sikap oleh masing masing-masing orang berbeda. mereka memiliki pandangan sendidri.

nulul mengatakan...

sikap seseorang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari individu. sikap individu juga dapat dilihat dari cara dia berbicara. penilaian sikap oleh masing masing-masing orang berbeda. mereka memiliki pandangan sendidri.